Severity: Warning
Message: Division by zero
Filename: public/Readmore.php
Line Number: 37
Backtrace:
File: /home/smpn5472/public_html/application/controllers/public/Readmore.php
Line: 37
Function: _error_handler
File: /home/smpn5472/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once
Ambal - Lima relawan SMPN 1 Ambal mengikuti kegiatan Pelatihan Pertolongan Pertama yang digelar di PMI Kabupaten Kebumen, Sabtu, 1 Agustus 2026 dari pukul 07.30 sd 15.30 WIB. Kelima relawan ini yaitu Nurkhalifah, Talitha Khoerunnisa, Hanung Azzaky Fiyannabih, Richi Putra Ramadan dan Nandana Bayu Prakoso. Kegiatan pelatihan menjadi kesempatan bagi relawan untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan dasar dalam memberikan pertolongan kepada seseorang yang mengalami kondisi darurat sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Pelatihan Pertolongan Pertama adalah salah satu bentuk pembekalan penting bagi murid, khususnya relawan. Pengetahuan mengenai pertolongan pertama tidak hanya berguna dalam lingkungan sekolah, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari ketika terjadi kecelakaan, seseorang mengalami sakit secara tiba-tiba, pingsan, mengalami luka, maupun kondisi darurat lainnya.
Setelah apel pembukaan, fasilitator memberikan materi pertama yaitu pengantar Pertolongan Pertama yang dilanjutkan dengan penanganan awal terhadap penderita. Materi diberikan secara bertahap, mulai dari penilaian penderita hingga teknik pemindahan penderita. Selain diperkenalkan dengan konsep dasar pertolongan pertama, juga berlatih memahami langkah-langkah yang tepat dan aman ketika menghadapi seseorang yang membutuhkan pertolongan.

Pada materi penilaian penderita peserta dilatih untuk mengetahui kondisi korban terlebih dahulu sebelum memberikan tindakan, dengan metode ASNT (Awas Suara Nyeri Tidak ada respon). Penilaian ini dilakukan guna mengetahui keadaan penderita dan menentukan tindakan pertolongan yang sesuai sehingga mengurangi resiko. Pemahaman mengenai penilaian penderita menjadi bekal dasar untuk menghadapi situasi darurat dengan lebih tenang. Seorang penolong tidak boleh terburu-buru melakukan tindakan tanpa mengetahui kondisi korban.
Materi kedua adalah penanganan penyakit mendadak. Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang dapat mengalami gangguan kesehatan secara tiba-tiba, baik di sekolah, di rumah, maupun di tempat umum. Kondisi tersebut membutuhkan respons yang cepat dan tepat agar keadaan penderita tidak semakin buruk. Pada materi ini juga dibahas tentang pingsan dan syok, karena kondisi itu membutuhkan perhatian khusus, penderita dapat mengalami penurunan kesadaran dan membutuhkan pertolongan segera.

Di sesi berikutnya peserta pelatihan belajar mengenai luka dan pembalutan. Luka adalah salah satu kondisi yang cukup sering terjadi dalam aktivitas sehari-hari. Luka dapat muncul akibat terjatuh, terkena benda tajam, kecelakaan saat beraktivitas, maupun berbagai kejadian lainnya. Di sini peserta belajar mengenai penanganan luka dan pembalutan sebagai bagian dari pertolongan pertama. Pembalutan dilakukan untuk membantu menangani luka dengan cara yang sesuai. Keterampilan tersebut penting dikuasai oleh penolong karena kecelakaan ringan maupun cedera dapat terjadi kapan saja.

Guna membekali ketrampilan yang cukup, peserta pelatihan juga diberikan materi patah tulang dan pembidaian. Cedera yang menyebabkan dugaan patah tulang membutuhkan penanganan yang hati-hati. Kesalahan dalam memberikan pertolongan dapat memperburuk kondisi penderita. Peserta pelatihan diperkenalkan pada pentingnya menjaga bagian tubuh yang mengalami cedera agar tetap pada posisi yang aman selama proses pertolongan. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat membantu peserta ketika suatu saat menghadapi kejadian yang membutuhkan pertolongan pertama.

Ketrampilan terakhir yang dilatihkan pada peserta pelatihan adalah pemindahan penderita. Dalam kondisi tertentu, penderita mungkin perlu dipindahkan dari lokasi kejadian menuju tempat yang lebih aman atau untuk mendapatkan penanganan lanjutan. Namun, proses pemindahan tidak dapat dilakukan sembarangan karena harus memperhatikan kondisi penderita. Karena itu, peserta mendapatkan pemahaman mengenai cara dan prinsip pemindahan penderita. Keterampilan tersebut menjadi pelengkap dari materi-materi sebelumnya. Setelah mengetahui cara menilai kondisi penderita dan memberikan pertolongan awal, seorang penolong juga perlu memahami bagaimana memindahkan penderita secara aman.

Keikutsertaan relawan SMPN 1 Ambal dalam Pelatihan Pertolongan Pertama di PMI Kabupaen Kebumen menunjukkan keseriusannya dalam menambah pengetahuan dan ketrampilan pertolongan pertama dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan. Kelima relawan yang mengikuti pelatihan di PMI Kebumen diharapkan dapat membawa pengetahuan yang diperolehnya kembali ke lingkungan sekolah. Pengetahuan tersebut dapat diimbaskan kepada relawan khususnya pada kegiatan rutin kepalangmerahan sehingga makin memiliki kesiapsiagaan dan kepedulian kemanusiaan di lingkungan SMPN 1 Ambal.
***********By: Munkhayati **********
Copyright © 2015 - 2026 SMP NEGERI 1 AMBAL All rights reserved.
Powered by sekolahku.web.id